Unit Pengelola Dana Pensiun
Universitas Muhammadiyah Malang
Unit Pengelola Dana Pensiun
Universitas Muhammadiyah Malang

Forum Tanya Jawab 1

Pertanyaan (1) :
Saya pernah ditawari untuk mengikuti program pensiun yang dilaksanakan  oleh Dana Pensiun Perusahaan Asuransi XYZ yang akan memungut iuran tertentu  setiap bulannya.  Apakah ada perbedaan antara Dana Pensiun Pegawai UMM dan Dana Pensiun Perusahaan Asuransi XYZ tersebut? Apakah ada perbedaan nilai manfaat pensiun antara kedua Dana Pensiun tersebut ? (R. Pulung - FPP)

Jawaban :
Seperti kita ketahui ada dua jenis Dana Pensiun yang umum di Indonesia yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).  DPPK didirikan oleh instansi / perusahaan tempat peserta tersebut bekerja, sedangkan DPLK didirikan oleh perusahaan asuransi jiwa atau bank umum. DPPK bisa memilih dua program pensiun, yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) atau Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), sedangkan DPLK hanya menjalankan satu program yaitu Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Dana Pensiun Pegawai UMM termasuk  Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPLK) karena didirikan oleh Rektor UMM (selaku Pemberi Kerja) dan menjalankan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), sedangkan Dana Pensiun Perusahaan Asuransi XYZ termasuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) karena didirikan oleh Perusahaan Asuransi Jiwa XYZ dan pasti menjalankan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

Dalam Dana Pensiun Pegawai UMM yang menjalankan PPMP,  pihak pendiri (UMM) dan peserta berkewajiban memberikan iuran.  Iuran dari UMM nilainya ditetapkan oleh aktuaris (saat ini ditetapkan sebesar 11,75 % dari gaji pokok masing-masing peserta) dan iuran dari peserta (dosen dan karyawan tetap UMM) sebesar 7,5 % dari gaji pokok. Iuran yang terkumpul  dikelola oleh Pengurus sesuai arahan Pendiri/ Pemberi Kerja dan diawasi oleh Dewan Pengawas untuk ditempatkan dalam bentuk deposito, tabungan, obligasi, saham, dan sukuk.  Return dari penempatan itu diharapkan bisa berkembang menjadi minimal 9 % per tahun.

Manfaat pensiun yang akan diterima oleh peserta Dana Pensiun Pegawai UMM (untuk pensiun normal) diperhitungkan sesuai dengan rumus :
                     
Faktor Penghargaan  x Masa Kerja (tahun) x Penghasilan Dasar Pensiun/ Gaji Pokok

dengan batasan nilai maksimal  dari Faktor Penghargaan  x Masa Kerja (tahun) adalah 80 % atau masa kerja dihitung maksimal 32 tahun.
Catatan :
Nilai faktor penghargaan (FP) tergantung dari lamanya masa kerja (MK), misalnya untuk MK 5-10 tahun FP-nya 1 %, MK 10 - 15 tahun FP-nya 1,56 %, MK 15 -20 tahun FP-nya 1,96 %, MK 20 -25 tahun FP-nya2,44 % dan untuk yang lebih dari 25 tahun sebesar 2,5 %. Besarnya faktor penghargaan maksimum adalah 2,5 % (KMK 343 / 1998 pasal 4).

Contoh perhitungan :
Bapak Drs.  ABC, MSi yang telah mengabdi sebagai dosen di UMM saat ini memasuki usia pensiun (65 tahun) dengan masa kerja 35 tahun dan gaji pokok terakhir Rp 2.000.000,- . Berapa besar manfaat pensiun beliau per bulan ?
Jawaban perhitungan :
Manfaat pensiun Drs. ABC, MSi = FP x Masa Kerja x PhDP= 2,5 % x 32 x Rp 2.000.000 = Rp 1.600.000,-
Karena besarnya manfaat pensiun per bulan > Rp 750.000, maka harus dibayarkan per bulan dan tidak bisa diambil sekaligus semuanya, tetapi apabila setelah pensiun beliau membutuhkan dana yang agak besar maka bisa diambil 20 % secara sekaligus, dengan rumus :
              20 % x Rp 1.600.000 = Rp 320.000,-
Jumlah pembayaran sekaligusnya :
              Rp 320.000 x NS* = Rp 320.000 x 100 = Rp 32.000.000
NS = nilai sekarang (misal 100) untuk pembayaran secara sekaligus.  Bentuknya tabel dan dibuat oleh aktuaris
Karena yang 20 % sudah diambil sekaligus maka manfaat pensiun Drs. ABC, MSi per bulan tinggal :
              Rp 1.600.000 - Rp 320.000 = Rp 1.280.000,-


Simulasi perhitungan manfaat pensiun untuk berbagai contoh kasus bisa dilihat dalam web ini.

Untuk Dana Pensiun Perusahaan Asuransi XYZ yang hanya bisa melaksanakan program pensiun iuran pasti (PPIP) maka besaran manfaat pensiunnya adalah
                                                     total iuran pensiun yang dihimpun + hasil pengembangan

Manfaat pensiun bisa dibayarkan sekaligus atau dibayarkan per bulan.

Pertanyaan (2):

Dalam pengelolaan Dana Pensiun UMM apakah Pengurus bisa mengelola dengan sesukanya dan dana yang ada diinvestasikan dalam bentuk apa saja.  Apakah dari dana yang terkumpul bisa dipinjam oleh Peserta ?  (Sri Wibawani - FE)

Jawaban :

Dalam mengelola dana pensiun, pengurus Dana Pensiun Pegawai UMM secara internal diawasi oleh Dewan Pengawas. Secara berkala juga diwajibkan menyampaikan laporan berkala kepada Kementrian Keuangan berupa Laporan Keuangan Semester I, II, Laporan Keuangan Tahunan (audit), Laporan Investasi Tahunan (audit dan unaudit), Laporan Teknis, dan Laporan Aktuaris, sehingga dalam mengelola dana pensiun pengurus sangat berhati-hati menempatkan dana tersebut.  Sesuai Peraturan Ketua Bapepam PER-01/BL/2009 Dana Pensiun hanya boleh berinvestasi dalam jenis investasi berikut :
a. surat berharga negara (SBN)
b. tabungan, deposito berjangka, deposito on call
c. sertifikat deposito dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia)
d. obligasi, sukuk dan KIK EBA (Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset)
e. semua jenis reksadana
f. kontrak opsi saham
g. penempatan langsung saham
h. tanah dan/ atau bangunan

Dana Pensiun Pegawai UMM menempatkan dananya dalam tabungan, deposito, obligasi, sukuk, dan reksadana. 
Dalam peraturan Ketua Bapepam tersebut tidak diperkenankan meminjamkan dana  pensiun kepada peserta.

Pertanyaan (3)
Saya seorang dosen tetap yayasan yang saat ini berumur 50 tahun dan sudah bekerja di UMM selama 25 tahun.  Apakah boleh saya mengajukan pensiun dini sekarang (2010) dan berapa besar pensiun yang akan saya terima ?

Jawaban :
Usia pensiun normal seorang dosen adalah 65 tahun, sedangkan usia pensiun dipercepat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah usia pensiun normal - 10 tahun = 65 tahun-10 tahun = 55 tahun. Kalau anda pensiun usia 50 tahun (tahun 2010) maka manfaat pensiun anda menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku baru bisa diambil 5 tahun lagi (tahun 2015).  Besarnya total manfaat pensiun saat itu (2015) adalah Faktor Penghargaan (nilainya 2,5 % ) x Faktor Pengurang (nilainya 0-1) x Masa kerja anda (25 tahun) x Penghasilan Dasar Pensiun/ Gaji Pokok terakhir.  Apabila nilai total dari manfaat pensiun tersebut < Rp 100.000.000,- maka manfaat pensiun dapat diambil sekaligus pada tahun 2015. Manfaat pensiun ini juga bisa diambil bulanan mulai tahun 2015.  Kalau mau pensiun dini untuk seorang dosen hendaknya setelah memasuki usia 55 tahun saja.  Ilmu yang diamalkan makin banyak dan manfaat pensiun yang didapat lebih besar.

Shared: